Kutukan Seorang Fotografer

Enak sih kalau bawa kamera. Pergi kemana pun bisa mengabadikan momen dengan seketika. Dengan hanya beberapa kali klik tombol saja, pemandangan di depan mata sudah bisa ditangkap di layar, di simpan, lalu di bagi.

Tetapi, membawa kamera juga berarti mewarisi kutukannya. Si pemotret, tidak akan pernah berada dalam hasil potretannya. Yang ada hanyalah muka-muka kecuali muka si tukang potret. Kasihan,,:)

Yah, bisa saja sih muka si pemotret atau beberapa bagian tubuhnya bisa terpotret dengan sedikit trik misalnya mencari sudut pandang yang tepat. Tapi bukankah  itu namanya chetaing?! ;p