Sajak Untuk Salju

Dengar bicaraku ini wahai salju,
Aku yang kedinginan di sini karenamu
Yang dipeluk dan dibelai oleh hembusanmu
Dan menjadi beku oleh ketiadaanmu

Keindahan apa
Yang menciptakan putih
Sempurna seperti dirimu

Dari surga langit manakah
Kau singgah
Hingga romantisme bumi
Kian merekah

Kau,
Adalah air mata para malaikat
Anugerah yang memikat
Tapi mengapa
Kau buat aku Sekarat

Iklan

Setan!

Karena malas bikin postingan, mending bikin puisi. Login juga males sebenarnya. Yah, ikut2an mbak yg disini ceritanya. Kalo bikin pusi tentang malaikat pasti banyak yg perotes coba. kalo puisi setan gimana ya. Kayaknya sah2 aja kalo setan dimaki-maki. 😀

Setan!

Mentang-mentang kau setan
Seenaknya saja kau bikin perang
Membuat aku jadi garang

Mentang-mentang bertanduk
Bermuka merah
Seenaknya saja menumpah darah

Mentang-mentang positif masuk neraka
Kau sebar angkara murka
Kafir dimana-mana

Musuh kau banyak
Teman kau lebih gila lagi banyaknya
Mengajak tak tanggung jawab
Dasar setan!

Dulu kau malaikat bersayap
Kini kau muka merah bertanduk
Dulu kau puja Maha Mulya
Kini kau Maha Hina
Setan!

Saatnya trekbek:

Mencinta Lah

Mencinta lah engkau padanya
Mencinta lah kedua tanganmu
Mencinta lah satu hatimu,

Putih lah kerudungmu
Putih jua cintamu
Satu lah kalian satu

Cintamu putih lah
Cempakamu putih lah
Mencinta lah kau putih!

Mencinta lah seperti kau adalah cinta
Mencinta lah dengan semua ketebalan alismu
Mencintalah dengan keberanian merah jambu bibirmu
Mencintalah dengan kelihaian ice-skatingmu
Mencintalah dengan kehangatan jaket musim dingin
Mencintalah kau!

Lupakan semua tentangku
Karena aku pun tak ada
Tersenyumlah engkau padanya
Bermimpi lah

Mencinta lah
Bermimpilah kau padanya,
Selamat mencinta kau cinta!

Puisi Cinta

Aku hidup dengan cinta
Menghirup udara cinta
Melihat cahaya cinta
Mendengar lagu cinta
Bertasbih kalimat cinta

Aku berdiri di tanah cinta
Menatap langit cinta
Mendoa cinta
Menyujudi cinta

Aku tidur berselimut cinta
Memimpi kau cinta
Memaafkan cinta
Mendamba cinta

Aku menulis nama cinta
Mengukir relief cinta
Membangun candi cinta
Menggubah simfoni cinta
Melukisi warna cinta

Aku lahir dengan cinta
Mati juga dengan cinta

Kucari Kau Di mana

Sunyi yang menyelimuti
Kelam di gelap malam
Buram semua hitam

Kucari kau di hati
sepi
Kucari di intuisi
sunyi
Kau ada
samar-samar
kamuflase

Aku masih menanti
Menunggumu pulang ke mari
Tapi kucari kau di mana di sana
Tetap tiada

Kau menjadi jelas
Saat kesendirianku ada padamu
Aku rindu kamu

Kau tak bisa terlupa
Aku tak mau kau terlupa

Antara kau dan aku
Kusimpan cinta
Antara kau dan dia
kuletak luka