Kutukan Seorang Fotografer

Enak sih kalau bawa kamera. Pergi kemana pun bisa mengabadikan momen dengan seketika. Dengan hanya beberapa kali klik tombol saja, pemandangan di depan mata sudah bisa ditangkap di layar, di simpan, lalu di bagi.

Tetapi, membawa kamera juga berarti mewarisi kutukannya. Si pemotret, tidak akan pernah berada dalam hasil potretannya. Yang ada hanyalah muka-muka kecuali muka si tukang potret. Kasihan,,:)

Yah, bisa saja sih muka si pemotret atau beberapa bagian tubuhnya bisa terpotret dengan sedikit trik misalnya mencari sudut pandang yang tepat. Tapi bukankah  itu namanya chetaing?! ;p

Iklan

4 thoughts on “Kutukan Seorang Fotografer

  1. Pengalaman Pribadi yak… ;p
    Eh itu bukan kutukan kali boss…
    Itu pilihan hidup si pemotret..
    Disini ada 3 elemen tsu, Si Empunya Kamera, Si Pembawa Kamera, dan Si Pemotret itu sendiri.. Bisa jadi yang punya kamera, bukan yang membawa kamera kan??? Di titipin ke Si Pembawa Kamera, Nah Si pembawa kamera itu, belum tentu yang bakal motret, soalnya dia minta tolong ke orang lain untuk motretin dia kan..???
    Jadi loe berniat jual kamera loe yak???
    Berapa??

  2. posting foto2nya di flickr biar bs gw liat. Trus share as public
    ———————————————————-
    @Hendra: Kapan-kapan ya. Gw belum punya account flickr dan masih bingung mau sharing foto apa ,, 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s