Kita Tidak Mungkin Bisa Berbagi Tuhan

Menanggapi kunjunganmu kemarin kerumahku yang adem ayem namun acak-acakan itu.. Tanpa tedeng aling-aling kau tiba-tiba saja mengusulkan agar kita bisa lebih meningkatkan toleransi kita sebagai sesama umat yang tidak seagama. Aku pun mengiyakan, kita sesama umat manusia mestinya saling hidup rukun dengan segala kemanusiaan kita tanpa menghina keyakinan masing-masing. Aku pun setuju kalau kita harus seperti si Ujang dan si Aceng yang terkenal itu. Kalau aku lagi solat jumat, kamu mustinya tunggui aku dengan santai di luar atau di dalam, tapi ga perlu repot-repot kamu ikut-ikutan sujud dan ruku sepertiku karena rasanya akan sangat tidak nyaman untuk orang yang tidak biasa menjalaninya. Yang sudah biasa saja sering rasanya beraaaa..t banget.ย  Begitupun kalau kamu lagi sembahyang di kelenteng, aku tak perlu ikut-ikutan menyalakan dupa seperti yang kamu lakukan. Aku malas saja sebenarnya belajar menyembah dengan cara baru sepertimu. Aku lebih betah dengan gayaku, itu saja. Hey, tapi apapun yang terjadi dengan semua perbedaan ini kamu tetap temanku, terutama teman dalam suka, hehehe ๐Ÿ˜€

Apa? Kamu ini sedang kerasukan jin mana bocah? Kamu kayaknya perlu diruqyah!! Kamu tadi pagi salah makan apa? Maksudku, kamu ingin ikut menyembah tuhanku sementara kamu masih dalam agamamu? Kamu? Kamu? Ini beneran kamu? Aku pun jadi speechless. Ternyata rupanya kamu abis ikut pengajian di Utan Kayu, pantesan.. ๐Ÿ˜€

Lalu kamu pun menyodorkan aku ratusan teori nabi-nabimu. Sampai aku pusing. Kamu bilang aku tidak inklusif, aku ini porno, aku ini fundamentalis, aku ini puritan, aku ini tidak humanis, aku ini teroris. Kamu pun juga bilang kalau janggotku terlalu panjang, kudu dipotong habis karena tidak sesuai dengan ISO 140001 tentang lingkungan :D. Sampai terakhir kali ku dengar kau salah mengenali aku dengan binatang peliharaan penjaga rumah.ย  Sabar man, sabar! Jangan sampai aku menghalalkan darahmu ๐Ÿ˜€

Maafkan aku teman, tapi aku tak mungkin menyembah tuhan mataharimu. Aku juga tidak mungkin menyembah patung dewa-dewamu. Aku juga akan berusaha mati-matian tidak akan menyembah tuhan wanitamu, uangmu, atau kekuasaanmu. Bahkan, aku juga tidak akan pernah menyembah tuhan baru bikinan para nabi atheist dan agnostic. Bukan apa-apa, bukannya aku sok, hanya saja menyembah tuhan seperti tuhanmu dan teman-temanmu itu selain karenaย  bukan gayaku juga karena tuhanmuย  sama sekali tidak romantis bagiku. Kamu mau kita berbagi? Tentu saja kita harus berbagi. Tapi kita tidak akan pernah bisa berbagi tuhan kita. Itu saja. Hah, kamu bilang aku ini tidak open minded? Teman, kalau begitu halal sudah darahmu. Hehehehe ๐Ÿ˜€

Iklan

9 thoughts on “Kita Tidak Mungkin Bisa Berbagi Tuhan

  1. assalamualaikum,
    buat penulis, bravo man, gue bersyukur banget bisa baca tulisan seorang mujahid seperti ini….
    gue doakan semoga dakwah dan karir lu semakin sukses,
    sukses di dunia dan sukses juga nanti di akhirat, amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s