Mencintai Sekaligus Membenci

Pernah merasakan perasaan yang rumit seperti itu? semacam sindrom yang entah setan dari mana yang menularkannya ke dalam hati. Semacam kotak pandora yang kautemukan di sudut jalan, kaupungut, kaupelihara, lalu seiring berjalannya waktu menjadilah ia bagian dari dirimu. Menunggu meledak saja sepertinya.

Aneh sekali alam menciptakan dua hal yang bertentangan tapi hidup dalam waktu yang sama, tempat yang sama, untuk sesuatu yang sama. Mungkin aku jauh dari mengerti bagaimana alam ini bekerja. Otak-ku yang tidak jenius ini susah menerimanya. Dan dengan hanya kombinasi dua puluh enam huruf, aku tak mungkin mampu menjelaskan kompleksitasnya. Seperti kata-kata tak mungkin bisa menggantikan rasa jeruk yang sebenarnya. 🙂

Entah mana yang lahir duluan, telur atau ayam, tanyakan saja yang satu itu pada ayam!! Lagian ga penting juga buat ditanyain. Kalau cinta dan benci-mah, tidak tau euy mau ditanyakan kepada siapa. Harus dibuat model matematisnya dulu mungkin 🙂

Obat dan penyakit itu saling mematikan satu sama lain. Madu dan racun, saling menetralkan. Obat dan susu juga saling menawarkan. Nah, yang satu ini aneh, ko bisa cinta dan benci saling mendukung, saling mengipasi api masing-masing, malah saling menguatkan. Semakin cinta kau semakin benci, semakin benci kau semakin cinta. Lalu pikiran menjadi berputar, tak mengerti. Hati juga tak mau menerima. Sampai sadar kamu sedang berada di suatu ambang, entah mau kemana. Dan yang bisa kamu lakukan hanya menangis. Kamu menjadi sakit dengan dirimu sendiri. Ampun deh!

Dan, orang yang dicinta dan dibenci itu (entah lagi ngapain dia sekarang) mungkin takan pernah tahu, tidak mau tahu, sumpah mungkin dia mempersetankan. Dari sinilah perkataan Omaigat muncul 🙂

Kalau cinta tak bisa dihapus. Dihapus malah muncul benci. Benci malah menguatkan cinta. Harus cuci otak ini mah. Masa harus membuat alter ego dulu, biar benci dan cinta bisa dibelah. Tapi kadang aku juga bertanya. Apa ini benar-benar cinta? Aku sendiri tak tahu, mungkin takan pernah tahu sampai sesorang menunjukan padaku arti cinta, atau mungkin mengatakan padaku bahwa cinta sebenarnya tak memiliki arti. Ahem.. 🙂

Aku hanya ingin memberitahu bahwa ternyata sangat tidak nyaman kalau memiliki dua hal bertentangan seperti itu. Inginnya si ya.. ada cinta, ada yang dicintai, saling mencintai. Tapi ternyata tidak selalu seperti itu toh. Ada yang namanya bertepuk sebelah tangan, ada perselingkuhan, ada putus, ada perpisahan, dan ada ketidakrelaan dalam berpisah. Sumpah, asli , bener banget hidup ini ga mudah. Lebih mudah mati sepertinya. Tapi aku diberitahu bahwa jauh lebih susah lagi hidup setelah mati itu. Jadi mending menikmati hidup ini dulu, menikmati memiliki dilema cinta dan benci itu. Berat tapi kadang menjadi ringan kalau ditanggung bersama. Apa itu ya namanya, Kita tidak pernah benar-benar sendirian?!

Iklan

21 thoughts on “Mencintai Sekaligus Membenci

  1. wew…kayak sinetron aja benci bilang cinta :mrgreen:
    hmmm…perasaan itu memang rumit. yang pasti enjoy your life deh 😀
    hidup cuma sekali…

  2. yang jelas ga ush terlalu mencintai seseorang..ato sebaliknya…
    yahh…namanya batas cinta dan benci itu cuma setipis kertas ….
    nikmatin aja..ntar kalo suatu saat perasaan ky gt ilang..psti malah kangen dehhh…. *pengalaman peribadi*

  3. Cinta itu saat kamu ada perasaan kangen alias pingin ketemu kalau lagi nggak ketemu (halah).

    Dan itu universal sih kalau menurutku. Maksudnya cinta itu berlaku buat siapa saja, termasuk musuh atau orang yang dibenci. Jadi sebenci-bencinya pada seseorang, kalau kita merasa kehilangan saat dia tidak ada, berarti kita cinta 😛

    pastiin dulu aja deh 🙂

  4. Hidup jangan hanya buat dinikmati aja om, ntar terlena loh… khan dunia ini hanya kenikmatan yang memperdayakan manusia… 😀
    hiks sok puitis ya.. 😀

  5. @ chika
    Kayak lagu radja juga si. I’m enjoying my life ko, kayak diiklan rokok juga 😀

    @ Nayz
    Dasar cowo gampangan. Wehehehe :p

    @ Roffi
    Walah..kang roffi mah menerawang hidup saya mulu

    @ Fajar
    Ini cinta yg jadi benci. Jadinya kebalikan dari Fajar 😦

    @ gracehime
    ya, baru kesadar bedanya emang setipis itu. Sama2 punya pengalaman yang sama 😀

    @ rd limosin
    Biasa bos, masalah ABG.. Orang dewasa kadang susah mengerti
    *ditabok*

    @ st. of darkness
    Enam sisi dadu. Ayo kita berjudi.. 😀

    @ brianari
    Lu lagi lu lagi 😀

    @ Neo Forty-Nine
    Kulit buaya mah tebal atuh akang! Deuh yang nerasa buaya 😀

    @ Cahaya Islam
    Waalaikumsalam. Yup, semoga aku siap..

    @ mardun
    Akhirnya mas mardun kembali blogging 😀
    Kangen..mungkin tanda cinta. tapibeneran bikin jerawat mas..

    @ rosvan
    Iya bumbu. Bumbu yg kayak gini: Asem, asin, pahit. Ga enak banget bumbunya ih.. 😦

    @ Mrs. Neo Forty-Nine
    Antonius lagi ini bocah. Awas kalo aye ke Surabaya 😀

    @ Heri
    Maksudnya dengan tidak ada kenikmatan itu kita jadi mengerti kenikmatan itu sendiri? Membuat hidup kita jadi lebih berwarna. Begitu?! 🙂

    -Akhirnya semua komentar sudah saya balas. Fiuh..-

  6. hiks…hiks…hiks…lagi amat sangat ngerasa gitcuuu…hiks..hiks..hiks..tulisannya bagus banget..hiks..hiks..bisa dicontek gak? (lo…)..lam kenal ya…

  7. cinta atau benci, emang bikin sakit klo dirasain bareng2 tertuju ke satu orang…
    Ibaratnya klo gelas, kita lihat setengah isi, brarti cinta… klo gelas setengah kosong brarti benci…
    Bisa terlalu cinta sampe tergila-gila… bisa terlalu benci sampe pngin mnyakiti seseorang sampai sesakit-sakitnya dan tertawa saat orang itu menderita…
    Ati2 ma cinta, ati2 ma benci… jgan terlalu cinta, jgan terlalu benci…
    klo dipikir2 lebih enak ma orang yang ga pnya perasaan. Ga harus ngalami siksaan mental klo terlalu mencintai ato membenci seseorang….

  8. Ummmm,,,,
    aku tau alasan kenapa 2 hal bertentangan itu bisa terjadi,,,
    Aku pernah mengalami hal itu juga koq,,,
    Huehehe,,,

    Nice posting,,, ^^
    salam kenal,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s