Lelaki Di Titik Nol

Tidak ada maksud meniru-niru sebuah judul novel (entah siapa penulisnya aku lupa). Izinkan dia bercerita dalam judul yag sama, tema yang hampir mirip, hanya kini medianya berbeda.

Dia lelaki selalu merasa ketika bangun tidur suka bertanya-tanya “Hari ini aku mau apa?” . Dia lelaki yang seperti selalu ingin mengeluarkan semua muntahan di dalam dirinya, semua racun, dedemit, setan, bebauan, dan segala jenis ras siluman. Lelaki itu ingin menumpahkan semua itu, di meja makan sekalipu n.

Lelaki itu dulu seorang pangeran yang dikutuk oleh dewi peri karena terlibat dalam menikmati kesenangan instant sehingga dia melupakan kepangeranannya dan para rakyatnya.

Kutukan itu benar-benar menyiksanya. Semua jalan hidupnya hampa, dia seperti sedang melukis di atas air, air tidak mau di lukis. Dia ingin mataharinya bersinar tapi langit turun mendung dan hujan. Hujan tak mendinginkan kehampaannya itu.

Kini dia menunggu kutukan itu hilang. Dia tahu jawabannya dari dewi peri. Bukan ciuman cinderella yag ia tunggu, bukan pertolongan tujuh kurcaci yang dia nanti. Dia hanya menunggu agar dari mata dan batinnya keluar air. Tapi air tak pernah keluar. Dia menunggu dan akan tetap menunggu sampai hari itu tiba.

Iklan

2 thoughts on “Lelaki Di Titik Nol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s