Kaizen Teian

Kaizen adalah istilah yang tidak asing lagi di mata para pecinta kualitas. Namanya begitu Jepang, begitu solutif, dan sejarah saja sudah menjadi bukti yang cukup atas jejak-jejak keberhasilan penerapannya di berbagai perusahaan kelas dunia (Toyota adalah salah satunya). Tiga tujuan kaizen:

  • Partisipasi
  • Pengembangan kemampuan
  • Penciptaan solusi

Kaizen secara harfiah berarti continuous improvement, konsep yang lahir di Jepang yang bermula karena pengalaman orang-orang Jepang belajar  pada perusahaan-perusahaan di Amerika yang setelah beberapa puluh tahun kemudian ternyata perusahaan Amerika tidak pernah melakukan perubahan atau pengembangan bagaimana perusahaan tersebut bekerja tetapi tetap persis sama dengan ketika berpuluh tahun yang lalu mereka ke sana pertama kali.

Konsep Dasar Kaizen
Kaizen berarti peningkatan dalam keahlian. Maksudnya kaizen itu erat sekali hubungannya dengan kesadaran akan pencarian masalah, kreativitas dan penciptaan ide, serta implementasinya.

Kaizen berarti “Menyelesaikan Masalah”. Entah itu masalah yang ditemukan karena situasi, masalah yang digali, atau masalah yang diciptakan dengan sengaja. Tidak memiliki masalah juga berarti masalah itu sendiri. Bisa terjadi karena masalah tersebut tidak disadari, tidak bisa diramalkan, atau karena anggapan kalau dunia itu seperti mereka apa adanya (The frog inside the cage :>)

Kaizen berarti berhadapan dengan penyebab permasalahan. Kaizen berbeda dengan reparasi karena reparasi tidak menyelesaikan akar masalahnya langsung, masalah akan tetap ada dan suatu saat akan terulang lagi, meng-kambuh. Kaizen berarti menyelesaikan penyebabnya, termasuk pencegahannya. Contoh : Seorang ibu dibuat pusing  karena celana anaknya selalu robek. Hal ini bukan masalah bagi ibu yang kaya karena dia bisa membelikannya lagi. Tetapi  Ibu yang miskin bisa saja melakukan reparasi dengan menjahit pakaiannya, atau agar jahitannya lebih kuat dia bisa saja membeli mesin jahit. Tetapi dia tidak menyelesaikan penyebab masalahnya karena ternyata yang  menjadi penyebabnya adalah karena seringnya si anak terperangkap oleh paku di tempatnya bermain.

 

Tetapi maacam-macam juga tipe  orang dalam melihat masalah, misalnya pada kasus kecelakaan kerja di pabrik:

  • Tipe Sok Sibuk: “Ga ada yang serius ko, Malah ga terjadi apa-apa. Banyak hal yg harus gw lakukan, gw sibuk!”
  • Tipe Pengumpat: “Ya ampun terjadi lagi, gw benci. Ga salah lagi ini mah kecelakaan. Begini nih kalau orang-orang sudah ga patuh lagi sama peraturan”
  • Tipe Nyaman: “Ow, syukur deh cuman kecelakaan kecil. Mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati”
  • Tipe Menyalahkan orang: “Gw bilang juga apa! Siapa yg bertanggung jawab? Ga salah lagi, gini nih kalo ga dengerin omongan gw”
  • Tipe Penelusur Penyebab: “Hm, kenapa yah kecelakaan ini terjadi? Apa ya kira-kira penyebabnya?”
  • Tipe Pencegah: Tipe ini yang berusaha mencari ukuran yang bisa diambil untuk mencegah kecelakaan terjadilagi.
  • Kaizen berarti menjadi solusi penyebab nyata permasalahan. Solusi kaizen yang terbaik dipilih adalah solusi yang paling sederhana (bukan yang paling canggih lho), biasanya datang dari orang-orang yang dekat dengan pekerjaannya langsung.

Prinsip Kaizen:
Kaizen berarti bekerja dengan cerdas. Tidak ada gunanya memarahi anak usia dua tahun karena selalu ketukar saat memakai sepatu sebelah kiri dan kanan. Solusi cerdas misalnya si ibu menggambar suatu wajah kelinci di sepatu anaknya, wajah kelinci yang terbagi dua seperti cermin di sepatu kiri dan kanan sepotong-sepotong. Si anak kini hanya tinggal diajari untuk mencocokan setengah wajah kelinci itu menjadi utuh.

Kaizen berarti mengajari orang agar bekerja dengan cerdas dan berguna.Ide akan menginspirasi semua orang. Bukan kerja keras yang dibutuhkan, tapi kerja cerdas. Karena bekerja keras untuk sesuatau yang salah hasilnya juga akan salah.

Kaizen berarti mengejar tujuan. Tujuan seorang masinis adalah mengemudikan keretanya, bukan berhenti di tengah perjalanan menelantarkan penumpangnya karena dia merasa berkewajiban membersihkan peron penuh sampah yang kebetulan dilewatinya, itu bukan hal yang menjadi tujuannya.

Kaizen membutuhkan transfer pengetahuan cara/ bagaimana. Pekerja baru pada toko pembungkusan kado pasti akan sering membuat kesalahan melipat atau masalah kerapihan. Masalahnya akan selesai ketika pengetahuan keahlian di transfer ke pekerja baru itu atau dengan membuat alat atau metode standar yang menjadi pedoman.

Kaizen berarti mengetahui kapan harus menghilangkan, mengurangi, atau mengubah aktifitas. Menghilangkan hal tidak penting adalah jalan terbaik bagi kaizen, jika tidak bisa maka lakukan dengan menguranginya (misalnya dengan menggabungkan dua langkah menjadi satu), jika tidak bisa juga maka dengan mengubahnya (ubah saja sesuatu). Lakukan sesuai tujuan yang jelas.

Kaizen teian berarti kaizen yang dibimbing yaitu sistem yang mengajarkan dan mendidik para pekerja melalui aktifitas kaizen dalam bentuk suatu proposal pengembangan. Makanya dibutuhkan komunikasi antara para manajer dengan pekerjanya. Kata kuncinya:

  • Apakah aktifitas kaizen berjalan terlalu lambat?
  • Pengembangan yang berkelanjutan atas motivasi dan kemampuan
  • Partisipasi membantu meningkatkan keseluruhan sistem
  • Mendidik para pekerja untuk menjadi “misionaris” yang cerdas
  • Teian berarti investasi dalam orang dan kemampuan untuk berubah
  • Mengubah pekerja yang tidak perhatian menjadi perhatian
  • Sebuah proses untuk menciptakan pekerja yang kompeten
Iklan

7 thoughts on “Kaizen Teian

  1. Ping-balik: RianLendar
  2. Aku tertarik nih ngebahas kaizen bwt skripsi aku, punya referensi g bwt aku. ada g seh buku yg ngbahas tentang kaizen.
    mohon bantuannya y!!!!
    arigatou gozaimasu

  3. gimana cara kita menerapkan kaizen pada bidang industri mebeul, dimana industri terseebut untuk penerpan 5 sulit?kita mulai dari mana|?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s