A Little Piece of Childhood

Apa yg bisa diceritakan dari masa kecil?
Banyak hal, misalnya saja saat-saat indah bersama orang tua, ketika aku dan orang tuaku baru saja seperti pengantin yang masih baru. walaupun hidup penuh dengan segala keterbatasan, rumah belum ada, tinggal di reruntuhan rumah orang, berlantaikan tanah, ga ada listrik, tapi anehnya si kecil aku bisa tidur dengan nyenyak dan bahagia. ngga seperti sekarang, bercahayakan lampu tapi tidur tidak pernah nyenyak.

Semakin digali semakin banyak yang bisa diingat, walaupun samar-samar tapi jelas terasa sampai ke hati. Entah itu memori dari si aku yang umur ke berapa ga begitu jelas kuingat. tapi rasanya segala suka duka kerasa indah semua.

Memori-memori sebelum Aku masuk SD (Me Under 7 Years):
Punya seorang adik cowo yang umurnya cuma beda dua tahun. kita sekeluarga tinggal bersama di rumah kakek-nenek dari pihak ibu. Pasangan muda belum punya rumah sendiri, hehe..
Kehidupan penuh misteri, anak kecil banyak rasa ingin tahu. “Kalo nanti sudah besar kamu mau jadi apa de?” Tanya nenek. Pusing juga di tanya seperti itu,”Mau jadi dokter nek!” Entah anak kecil dapat ilham dari mana bisa aja milih pengen jadi dokter.
Pasangan muda mulai berwiraswasta. beternak ayam sayur, sampe ayam-ayamnya pada mati, nyawah, dan sang ayah merantau ke Jakarta sehingga berbulan-bulan baru bisa pulang ke rumah. Gw waktu itu ga ngerti apa maksud berbulan-bulan, tapi gw ngebayangin bulan yang di atas langit, ga nyambung. waktu itu senang sekali kalo ayah pulang membawa oleh-oleh kota.
Beberapa tahun kemudian kita pindah ke rumah sebelah, reruntuhan bekas rumah tetangga yang tidak ditinggali lagi, alasnya masih dari tanah,belum ada listrik di desa pada saat itu. pasangan muda belajar hidup mandiri, hehe..
Masa masa kecil penuh pertemanan dengan anak-anak tetangga sebelah. karena di belakang rumah ada bukit, kita jadi sering maen perang-perangan, bergerilya, sosorodotan/maen seluncuran pake calokop pohon bambu.
Gw masih ingat kalo waktu kecil gw sangat pemberani. gw pernah mersakan saat-saat gw bisa melawan kalo ada yang ngajak gontok-gontokan. pernah gw balap lari sama temen yg ga jelas, ditengah lari kaki gw ditendang, kontan dalam kecepatan seperti itu gw langsung terjatuh, kening gw berdarah darah. gila gw masih bisa ingat cinta seorang nenek yang ngerawat gw, semoga Allah mengampuni semua dosanya..! Beberapa hari gw balas dia, gw nyolong beberapa genteng rumahnya yg lagi dibangun, cerdas kan?
Sering mandi di pancuran dengan bertelanjang diri, gw merasa kalo telanjang itu suatu kepolosan, wo ho..(yg lagi nulis senyam-senyum ga jelas)
Sering mandi pagi tepat jam empat pagi-an. gw masih ingat susana pagi kayak gitu. suasana pegunungan ciremai, sejuk udaranya, temaram cahaya bulannya, suara adzannya, dan langkah kaki anak dan ayah di pagi itu.

BERSAMBUNG..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s