Pengalaman Selagi Di Khotbahi

Shalat jumat ini (Friday, February 09, 2007) saya datang lebih awal dari biasanya. Karena selain saya bolos kuliah gara-gara sakit perut dan harus selalu pergi ke toilet saya juga ingin dapat kebaikan yang lebih banyak di jumat ini. Datang lebih awal berarti tempat duduk lebih depan dan dekat dengan imam beserta khatib. Jadi bisa konsen dan lebih khidmat.

Khutbah pertama di mulai. Aduh, kesel banget. Bukannya merhatiin apa yang disampaikan di depan, saya malah bete dengan gaya penyampaian khatib yang bertele-tele dan seperti tidak tulus. Sudah gitu saya baru nyadar kalau khutbah-nya lama banget. Udah deh, yang ada di otak Cuma pikiran-pikiran kekesalan dan sisa ingatan lirik lagu yang selama sebelum jumat saya puter terus di Windows Media Player, kacau. Tapi saya pun berusaha memaafkan dan berusaha mendengarkan khatib. Tapi asli itu khatibnya lama banget..

Pertanyaan saya, kenapa kalau menyampaikan sesuatu ke orang lain selalu saja saya menemukan ke tele-tele-an. Langsung ke intinya aja kenapa si. Ngapain coba orang cerita sama kita ngomongin samudera atlantik dulu lah, alur cerita di maju-mundurin ga jelas, pake gaya deskripsi anu lah kalau intinya cuman mau bilang GUE ABIS KETEMU NIKOLAS SAPUTRA, males banget kan?! Jadi cape deh..

Ya, orang harus dikasih tahu kalau mendengarkan itu susahnya minta ampun, jadi harus dihormati ituh orang yang mau mendengarkan cerita kita dengan penyampaian yang sederhana, mengena, dan kalau perlu dibikin semenarik mungkin tapi tetap tidak kehilangan esensinya, dan tidak perlu pake berlama-lama sampai Cuma Novel Jhon Grisham doang yang bisa nandingin ke-lama-an nya ituh.

Iklan

3 thoughts on “Pengalaman Selagi Di Khotbahi

  1. Ok, ok … aq cuba utk lebih ringkas dan padat!!

    Mksd sang khatib mngkn cma bwt memberi tw, apa yg melatarbelakangi hal2 yang ingin dikatakannya. Bukankah hal tsb cukup penting utk diketahui(agar mendapatkan nilai rasa dari peristiwa/nasehat tsb)?

    Misalnya saja, seorang hakim akan menjatuhi hukuman trhdp seorang pembunuh, akan lebih baik jika ia mengetahui apa alasan dibalik itu. Apakah karena ‘inevitable’ atau cuma karena senang melihat darah..(ky aq)!

    Yaaah…begitu jg klo ada seorg tmn yg ingin bercerita ttg pengalamannya. Tentu saja ia ingin agar km jg ikut merasakan apa yg dirasakannya. Jika ia senang, ia ingin berbagi kesenangannya, Jika ia gembira, ia ingin berbagi kegembiraannya, dll.

    Jika dia cm bilang, “Eh, tadi aq melihat si DIAN SASTRO lo..!”
    Pasti km jwb, “Oooo……..”
    Ga ada nilai rasa sm sekali. Simpati? Ga! Empati?? Apa lagi!^^

    Padahal mungkin saja peristiwa itu merupakan hal ajaib baginya(suka banget mungkin, fans berat, ato apalah..)
    Km jg bgtu kan, klo ktmu sesuatu/seseorg yg disenangi (ato merasa hal itu penting) pasti ingin bercerita bnyk ttg dia/hal tsb, bukan!?

    Tetapi lebih dari semua itu, memang tidak semua hal yg perlu “diperpanjang”. Tergantung dari peristiwa/nasehat/ dan sikon jg sih!
    Jadi yaa,..kasi sedikit pengertian dan terbuka laah. Klo g suka, ngomong langsung aj! Fair, right?

  2. He he… ya sama aja segh mas! Yang namanya kita, mesti pada lebih suka yang namanya simple tapi mengena. Ya nggak? Tapi bener tugh yang di omongin brian di atas. Kita juga perlu tahu sebab musabab-nya. Ya.. cuman sikonnya aja mungkin yang kudu dipertimbangkan sama Khotib. Kalo aku mandangnya Jum’atan itu sebagai recharge rohani buat kita orang muslim. Setalagh seminggu bergelut di dunia, kita dikumpulin di mesjid, di-eling-ken lagi sama yang namanya agama, sama akhirat.

    Cuman.. terkadang pidato khotib yang kadang kurang pas dengan maksud dan tujuan di atas. Gak heran juga kita jadi sering beTe dibuatnya. Ya disabar-sabarin aja mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s